Senin, 29 April 2013

CONTOH LAPORAN UJI URINE




Laporan uji urine

2013
Didalam laporan ini berisi hasil penelitian uji urine yang secara langsung diamati oleh siswa siswi kelas XI IPA 5, menggunakan urine masing-masing tiap siswa. Ada dua jenis urine yang diteliti yaitu urine pada saat sebelum maka dan setelah makan. Untuk lebih lanjutnya, silahkan mengamati laporan ini.
Dilakukan pada bulan maret 2013



Disusun Oleh :
Ø      Abdul azizul ghafar
Ø      Eka cahaya putra
Ø      Nur Annisa Istiqamah
Ø      Nurrahmani
Ø      Sayyidatunnisa kartini
Ø      Widya arini syaputri
 

SISTEM EKSRESI
Uji Urine

A.  Tujuan
Mengamati bahan-bahan yang terdapat pada urine
B.  Alat dan bahan

1.    Rak tabung reaksi
2.    Tabung reaksi tiga buah
3.    Penjepit tabung reaksi
4.    Pipet tetes
5.    Pembakar spirtus
6.    Gelas ukur
7.    Korek api
8.    Larutan benedict/fehling A&B
9.    Larutan biuret
10. Urine

C.  Langkah kerja
1.    Uji glukosa
a.    Masukan 5 ml urine ke dalam tabung reaksi
b.    Tambahkan 5 tetes larutan benedict
c.    Panaskan selama 1-2 menit kemudian biarkan dingin
d.    Amati perubahan warna yang terjadi

Catatan :
Perubahan warna menjadi hijau berarti kadar glukosa dalam urine 1 %
Perubahan warna menjadi merah berarti kadar glukosa dalam urine 1,5 %
Perubahan warna menjadi orange berarti kadar glukosa dalam urine 2 %
Perubahan warna menjadi kuning berarti kadar glukosa dalam urine 5 %

2.    Uji protein
a.    Masukan 2 ml urine ke dalam tabung reaksi 2
b.    Tambahkan 5 tetes larutan biuret dan biarkan kurang lebih selama 5 menit
c.    Amati perubahan warna yang terjadi

Catatan :
Uji protein : urine + larutan biuret –ungu

3.    Uji amonia
a.    Masukan 1 ml urine ke dalam tabung reaksi 3
b.    Jepit tabung reaksi dengan penjepit kemudian panaskan dengan pembakar spirtus
c.    Amati baunya

4.    Mengukur PH urine
a.    Sediakan 1 sampai 2 ml urine dan masukan ke dalam tabung reaksi
b.    Ujilah PH urine dengan menggunakan indikator universal kemudian cocokan warnanya dengan tandar PH dan catatlah hasilnya.

Larutan biuret =(CuSO4 1% dan NaCl 1 %, NaOH 1 %)

Data hasil pengamatan :
a.    Sebelum makan
No.
Nama siswa
                                         Tes / Uji
Ph
Bau
Glukosa
Protein
Warna mula2
1
Nur annisa i
4
Pesing
2%
Biru
Kuning jernih
2
Nurrahmani
6
Pesing
1%
Biru
Kuning jernih
4
Abdul azizul g
4
Pesing
2%
Biru
Kuning jernih
5
Widya arini
6
Pesing
1%
Biru
Kuning jernih
6
Eka cahaya p
5
Pesing
2%
Biru
Orange
b.    Setelah makan
No.
Nama siswa
                                         Tes / Uji
Ph
Bau
Glukosa
Protein
Warna mula2
1
Nur annisa i
5
Pesing
2%
Biru
Orange
2
Nurrahmani
5
Pesing
2%
Biru
Kuning jernih
4
Abdul azizul g
6
Pesing
1%
Biru
orange
5
Widya arini
6
Pesing
1%
Biru
Kuning jernih
6
Eka cahaya p
5
Pesing
2%
Biru
Orange

Dibawah ini ada beberapa gambar hasil penelitian uji urin yang telah dilakukan:annisa istiqamah(2140).jpgannisa istiqamah(2143).jpgannisa istiqamah(2146).jpgannisa istiqamah(2147).jpgannisa istiqamah(2148).jpgannisa istiqamah(2151).jpgannisa istiqamah(2153).jpgannisa istiqamah(2154).jpgannisa istiqamah(2155).jpgannisa istiqamah(2162).jpgannisa istiqamah(2164).jpgannisa istiqamah(2165).jpgannisa istiqamah(2170).jpg


D.   Pembahasan
1.    Bagaimana glukosa nisa muncul dalam urine? Apa kaitanya dengan gejala diabetes melitus?
2.    Apa dampak kandungan protein dalam urine dalam kesehatan?
3.    Berasal dari apakah amonia yang terdapat dalam urine?
4.    Apakah ada kelainan pada urine yang anda teliti? Berilah alasannya!

Jawaban :
1.   Adanya glukosa dalam urine bisa diakibatkan oleh tingginya kadar gula seperti diabetes yang tidak terkontrol atau akibat gangguan di ginjal. Akibat glukosa yang berlebihan itu daapat menyebabkan penyakit diabetes militus.
2.   Seharusnya di dalam urine tidak ditemukan adanya urin, jika ditemukan mungkin mengindikasikan adanya gangguan di ginjal atau kehamilan.
3.   Amonia (NH3) berasal dari pembongkaran protein dan berbahaya dari sel. Oleh karna itu ammonia harus di keluarkan dari tubuh namun sebelum di keluarkan harus di rombak dahulu menjadi urea.
4.   Tidak ada, karena menurut kami urine yang kami teliti tidak mengalami kelainan.

E.   Kesimpulan
Setiap orang memiliki kandungan protein, pH, amonia, glukosa yang berbeda tiap urineya. Tergantung dengan apa yang mereka konsumsi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar